Sabtu, 29 Januari 2011

penerapan e gov di yordania

Yordania merupakan salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang berencana menerapkan inisiatif e-Government. Sebagai langkah awal, negara tersebut mengadakan studi penerapan e-Government di beberapa negara, yaitu : Australia, Amerika Serikat, Singapura, Uni Emirat Arab, Portugal, dan United Kingdom.

Berdasarkan studi di enam negara tersebut, diperoleh hasil sebagai berikut :
  1.  Tujuan e-Government. Secara umum, penerapan e-Gov di enam negara tersebut mempunyai tujuan sbb : a. meningkatkan layanan masyarakat; b. meningkatkan transparansi pemerintahan; c. meningkatkan pertanggungjawaban pemerintah; dan d. mengurangi waktu, uang, dan sumber daya lain. Penerapan tujuan e-Gov juga mempunyai prioritas berbeda-beda. Portugal menginginkan e-Gov dapat menjadi jalan bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis. Singapura menerapkan e-Gov sebagai upaya meningkatkan image sebagai penghubung e-commerce untuk berbagai negara. Sedangkan di Australia, penerapan e-Gov dilakukan untuk meningkatkan daya saing negara tersebut. Tahapan pelaksanaan dan implementasi e-Gov pun berbeda-beda, mulai dari yang paling sederhana berupa pembentukan website resmi pemerintah, hingga mencakup berbagai aplikasi yang rumit.
  2. Pola Institusional. Secara institusi, pemerintah di enam negara tersebut melakukan implementasi e-Gov melalui dua pola, yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Dalam pola sentralisasi, masterpllan dan implementasi e-Gov atas inisitaif e-Gov datang dari pemerintah pusat. Dalam pola desentralisasi, inisiatif berasal dari pemerintah pusat, tetapi pada tahapan implemtasi, badan-badan pemerintah, terutama pemerintah lokal yang lebih banyak berperan.
  3. Layanan melalui e-Government. Terdapat berbagai variasi dalam penerapan e-Gov, yaitu : G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government)
  4. Reformasi Sektor Publik. Penerapan e-Gov agar dapat meningkatkan kualitas layanan pemerintah perlu didukung dengan reformasi di sektor pelayanan.
  5. Infrastruktur dan Perangkat Teknologi. Penerapan e-Gov dimulai dari pembangunan portal ataupun website pemerintah. Yang membedakannya adalah aplikasi dan sistem yang dikembangkan di belakang portal tersebut. Dalam hal ini, Portugal yang termaju, yaitu dengan mengintegrasikan portalnya dengan berbagai aplikasi, termasuk database pemerintah, internet, dll.
Berdasarkan hasil studi penerapan e-Gov di enam negara di tersebut di atas, beberapa hal perlu diperhatikan untuk penerapan e-Gov di Yordania, yaitu :
  1. Yordania perlu mengembangkan visi kepemimpinan yang kuat
  2. Perlu ditetapkan target yang bisa dijalankan secara jelas sesuai dengan visi jangka panjang pemerintah
  3. Dalam tahap pelaksanaan, harus diiringi dengan reformasi pada pelayanan publik
  4. Penerapan e-Gov harus diintegrasikan dengan kebijakan lain di bidang sosial, terutama yang terkait dengan kesenjangan digital
  5. Perlu ada proyek percontohan sebelum implementasi
  6. Perlu disesuaikan dengan kepentingan publik tanpa mengorbankan layanan tradisional yang selama ini ada
  7. Perlu adanya infrastruktur hukum yang kuat
  8. Perlu melakukan sosialisasi akan pentingnya penerapan e-Gov
  9. e-Gov harus dibangun berdasarkan dan untuk meningkatkan kemampuan bersaing negara
  10. Karena membutuhkan banyak biaya, pemerintah perlu membangun kerjasama dengan pihak swasta terkait. 
                                                                       Disarikan dari Buku E-Government in Action
                                                                karangan R. Eko Indrajit dkk.